Diskominfo Buton Tengah Kunjungi BSSN Terkait TTE.

 
Dinas Komunikasi informatika Statistik dan Persandian Buton Tengah melakukan konsultasi dan koordinasi terkait Tanda tangan Elektronik (TTE) melalui Balai Sertifikasi Elektronik (BSER), di gedung Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Jakarta, Rabu (10/08/2022).
Kunjungan ini disambut oleh Endah Dwijayanti, S.ST mewakili Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSER), selamat datang di gedung BSSN, ucap Sandiman Endah Dwijayanti.
Adapun tujuan kunjungan ini dalam rangka mendengarkan langsung kesiapan BSER selaku narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Kepala Dinas Kominfo Buton Tengah, Laode Darmawan Hibali, S.STP, M.Si mengatakan, pada era digital ini, autentikasi data dan integritas data menjadi kebutuhan krusial dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan publik.
"Hal ini tentu dapat dicapai melalui pemanfaatan sertifikat Elektronik sebagai tanda tangan elektronik, oleh karena itu, kami hari ini berkunjung mengharapkan kesiapan Balai Sertifikasi elektronik( BSRE) mendampingi menjadi narasumber kegiatan sosialisasi tanda tangan Elektronik (TTE) di Buton Tengah", terangnya.
Lebih lanjut Kadis Kominfo Buteng menambahkan Tanda Tangan Elektronik akan Terintegrasi dengan aplikasi E-Office yang akan menaikan nilai Sistem Pemerintahan Berbasis Elekronik (SPBE) Buton Tengah,dimana indeks SPBE 1,82 dengan predikat cukup di tahun 2021, di tahun 2022 indeksnya naik menjadi 2,64 dengan predikat baik. Kedepan tentunya akan lebih baik lagi.Mantan Kadis perhubungan Buton Tengah ini menambahkan aplikasi E-Office adalah hibah dari Pemda Sumedang yang pada tanggal 11Agustus telah dilakukan penandatanganan NPHD oleh Pj. Bupati Buton Tengah dengan Bupati Sumedang.
Sementara itu, Endah Dwijayanti, mewakili kepala BSER mengharapkan Pemda Buton Tengah melalui dinas kominfo menyiapkan juga akad perjanjian kerjasama dengan BSSN melalui biro hukum, karena rentang waktunya cukup lama.
"Kami akan siap mendampingi sosialisasi TTE di Buton Tengah sesuai analisis kebutuhan aplikasi sebelum dilakukan integrasi aplikasi, yang lebih penting lagi komitmen pimpinan dan seluruh stakeholder untuk bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru transformasi digital," tandasnya.